Pasar Godean bukan sekadar tempat transaksi sayur dan buah, melainkan "galeri" kuliner tradisional yang masih terjaga keasliannya. Bagi Anda pecinta kuliner nostalgia, berikut adalah deretan makanan jadul yang wajib diburu saat berkunjung ke sini:
1. Keripik Belut Godean (Sang Primadona)
Inilah ikon utama Godean. Belut sawah yang digoreng dengan balutan tepung berbumbu rempah rahasia.
- Keunikan: Teksturnya sangat renyah (crunchy) dengan rasa gurih ketumbar dan bawang putih yang kuat.
- Detail: Di area pasar, terdapat puluhan pengrajin keripik belut. Yang membedakan kuliner jadul ini adalah penggunaan minyak kelapa tradisional yang membuat aromanya lebih sedap.
- Harga: Mulai dari Rp15.000 (bungkus kecil) hingga ratusan ribu per kilogram.
2. Peyek Jingking
Jingking adalah hewan laut sejenis kepiting kecil yang banyak ditemukan di pesisir selatan Jogja, namun sangat populer di Pasar Godean dalam bentuk peyek.
- Keunikan: Rasanya sangat gurih dan gurih-manis alami dari daging jingking. Ini adalah camilan langka yang sulit ditemukan di kota-kota besar.
- Tips: Cari peyek yang tipis dan garing untuk sensasi rasa terbaik.
3. Jajan Pasar: Lupis & Cenil Mbah Lurah
Berjalan ke sisi dalam pasar, Anda akan menemukan penjual jajan pasar tradisional yang disajikan dengan pincuk daun pisang.
- Komposisi: Lupis (ketan putih), cenil (tepung kanji warna-warni), gatot, dan tiwul yang disiram juruh (gula jawa kental) serta taburan kelapa parut.
- Keunikan: Tekstur kenyal dan rasa manis legit yang murni dari gula jawa asli tanpa pemanis buatan.
- Harga: Sangat murah, sekitar Rp5.000 per porsi.
4. Jadah Tempe Bacem
Kuliner khas lereng Merapi ini juga memiliki penggemar setia di Pasar Godean. Jadah (ketan putih tumbuk) yang gurih dimakan bersama tempe bacem yang manis.
- Keunikan: Perpaduan rasa gurih-lengket dari ketan dan manis-basah dari tempe bacem menciptakan harmoni rasa yang sangat khas Jogja.
- Cara Makan: Satukan jadah dan tempe seperti "sandwich" lalu gigit bersamaan.
5. Wedang Ronde & Jamu Gendong
Jika berkunjung di pagi hari, Anda akan menemui ibu-ibu penjual jamu gendong yang masih menggunakan botol kaca dan bakul bambu.
- Keunikan: Jamu seperti Kunir Asam dan Beras Kencur di sini masih dibuat secara manual (ditumbuk), bukan bubuk instan.
- Kesegaran: Sangat cocok diminum sebagai pendamping setelah menyantap berbagai gorengan di pasar.
